Kapasitas Memori Flashdisk Tidak Sama dengan Tulisannya?

11:38 PM 12
Mungkin diantara kalian pernah atau baru saja mengalami pengalaman yang juga pernah saya alami. Yaitu mendapati bahwa kapasitas dari Flashdisk yang kita beli ternyata tidak sama dengan yang tertera di kemasan. Setelah kita colokkan ke komputer dan melihat kapasitasnya, loh kok nggak sama? kok kapasitasnya berkurang? Padahal baru pertama kali dicolokkan ke komputer dan belum digunakan untuk transfer data sedikitpun. Kok kaya gini ya?

Beli Kartu Memori 8 gb kok cuma berisi 7,3 gb?
Kapasitas Flashdisk Tidak Sama dengan Tulisan
Sekedar bercerita pengalaman saja, dulu hal seperti yang ditulis di atas pernah saya alami. Waktu itu saya masih kelas 2 SMP dan itu adalah pertama kali saya kenal dengan flashdisk dan akhirnya saya pun membelinya. Waktu itu flashdisk yang saya beli berkapasitas 4 GB, yang saya ketahui dari tulisan pada kemasannya. Pada saat itu kapasitas 4 GB untuk flashdisk terbilang sudah lumayan besar.

Yang membuat saya agak heran adalah saat saya mencoba mengecek kapasitasnya ternyata kapasitasnya tidak sesuai dengan yang tertera pada kemasannya, yaitu tertulis 4 GB. Yang tertera di layar komputer saya adalah hanya 3,7 GB saja. Kemana yang 0,3 GB? Apakah ini adalah kecacatan? atau flashdisk saya sudah terinfeksi virus? atau malah dari pabrik pembuatnya yang sengaja mengurangi kapasitasnya? Begitu lah kira-kira pertanyaan yang muncul di pikiran saat itu.

Singkat cerita akhirnya saya menemukan juga jawabannya, secara tidak sengaja saya membaca sebuah tulisan di internet mengenai sebab musabab dari masalah ini. Lalu apa yang menyebabkan kapasitas flashdisk dapat berbeda dengan yang tertulis? ini lah yang akan saya coba untuk share kan kepada sahabat-sahabat semua. 

Ternyata ini terjadi karena perbedaan metode perhitungan pabrik dengan perhitungan komputer. Pabrik menggunakan metode pehitungan desimal, sedangkan pada komputer memakai metode perhitungan binari. Perlu diketahui bahwa bahasa mesin komputer tidak mengenal hitungan desimal. Jadi dari perbedaan metode perhitungan ini menyebabkan terjadinya perbedaan jumlah kapasitas dari flashdisk itu sendiri.

Di bawah ini saya tulis contoh perbedaan dari perhitungan dengan desimal dan juga perhitungan binari.

Perhitungan Desimal
  • 1 kilobyte     = 1.000 byte
  • 1 megabyte   = 1.000.000 byte
  • 1 gigabyte     = 1.000.000.000 byte
  • 1 terabyte     = 1.000.000.000.000 byte
  • 1 petabyte    = 1.000.000.000.000.000 byte
  • dan seterusnya
Perhitungan binari 
  • 1 kilobyte      = 1,024 byte
  • 1 megabyte    = 1,048,576 byte
  • 1 gigabyte      = 1,073,741,824 byte
  • 1 terabyte      = 1,099,511,627,776 byte
  • 1 petabyte     = 1,125,899,906,842,624 byte
  • dan seterusnya

Jadi Flashdisk 4 GB dari pabrik berarti sama dengan 4.000 MB atau 4.000.000 KB. (dengan hitungan desimal)

Jika dihitung oleh komputer yang berarti menggunakan hitungan binari, maka :
4.000.000 : 1,048,576 = 3,8 GB. Itu menurut hitungan binari pada komputer. 

Kemudian dari dari kapasitas tersebut, ada sedikit ruang yang digunakan oleh file sistem untuk mengontrol bagaimana cara menyimpan file dan membaca file. Nah lalu yang tersisa untuk kita gunakan menjadi sekitar 3,7 GB saja.

Perhitungan ini tidak hanya berlaku untuk flashdisk saja, tapi juga untuk segala memori penyimpanan seperti hardisk, micro SD, dan lain sebagainya. Jadi sekarang untuk kamu yang penasaran tentang hal ini, jadi paham kan sekarang? Ternyata itu di sebabkan karena perbedaan satuan metode hitung pabrik dan sistem komputer.

Oke itu dulu untuk artikel kali ini yang membahas tentang Kapasitas Memori Flashdisk Tidak Sama dengan Tulisannya. Jadi jangan salahkan siapapun ya atas ketidak lengkapan kapasitas memori kamu, hehe. 

Terimakasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya. Apabila ada tanggapan atau pertanyaan silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini ya. Baca juga artikel-artikel lainnya yang menarik dan bermanfaat.
Bagikan juga kepada teman-teman kamu lewat share button dibawah postingan ini, agar mereka nggak ketinggalan informasi ini. Thanks^^

Pengertian, Fungsi, dan Macam VGA Card Lengkap

10:41 AM 2

Selamat pagi, siang, sore ataupun malam ya sahabat semua, Hehe. Baik ya kabar kamu semua? Kali ini aku berbagi artikel lagi yang akan membahas tentang VGA Card atau Kartu Grafis. Bagi yang berkecimpung di dunia desain atau gamers parti sedikit banyak sudah kenal dengan VGA Card, tapi bagi yang masih awam mungkin masih bertanya-tanya apa itu yang disebut VGA Card? Fungsinya untuk apa si? Okey, maka dari itu mari simak baik-baik uraiannya berikut ini.

Pengertian VGA Card (Kartu Grafis)

VGA (Video Graphics Accelerator) memiliki fungsi sebagai pengolah data grafis untuk ditampilkan pada layar kerja monitor. Susunan komponen pada VGA hamper mirip seperti komputer. VGA memiliki prosessor yang disebut juga dengan GPU (Graphics
Processing Unit) dan juga memiliki memori memori. VGA biasanya sekarang juga di sebut sebagai Graphics Card atau juga Video Card.

Sejarah Singkat VGA

VGA atau Graphics Card pertama kali beredar pada tahun 1987 dipasarkan oleh IBM. Meskipun standard VGA sudah tidak lagi digunakan karena sudah diganti oleh standar yang tentunya lebih baru. VGA merupakan standar grafis terakhir yang diikuti oleh matoritas pabrikan pembuat kartu grafis komputer.

Istilah VGA sering dulu sering dipakai untuk merujuk kepada komputer beresolusi layar yang berukuran 640 x 480 piksel. VGA juga dapat mengacu kepada konektor VGA 15-pin yang sampai sekarang masih digunakan untuk mengantarkan sinyal video analog ke monitor. Standard VGA secara resmi digantikan oleh standard XGA dari IBM, tatapi kenyataannya VGA justru digantikan oleh Super VGA.

Fungsi VGA Card

VGA Card memiliki fungsi untuk menerjemahkan atau mengubah sinyal digital dari komputer menjadi tampilan grafis pada layar monitor. Kartu VGA digunakan juga untuk menerjemahkan output komputer ke monitor. Peran dari komponen komputer yang satu ini tidak bisa dianggap remeh.

Bagi orang-orang yang bergerak di bidang desain, editing atau gamers komponen ini tidak bisa di kesampingkan. Tak jarang mereka bisa merogoh saku sampai jutaan rupiah untuk membeli Kartu Grafis dengan performa yang diinginkan. 

Komponen yang ada dalam Kartu Grafis

Kartu Grafis memiliki struktur komponen yang cukup rumit, Komponen tersebut sebagai berikut.

      GPU (Graphic Processing Unit)
GPU adalah prosesor dari sebuah video card, seperti komputer Graphics Card juga memiliki prosessor yang berfungsi untuk pengolahan data gambar yang akan ditampilkan di layar monitor. 

      Video Memory
Fungsinya hampir mirip seperti RAM pada komputer, yaitu sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum dan sesudah pemrosesan data pada GPU.


      RAMDAC (Random Access Memory Digital - Analog Converter)
Berfungsi mengubah gambar digital menjadi sinyal analog agar bisa digunakan oleh monitor.

      Bus Interface
Berfungsi menghubungkan motherboard dengan Video Card. Pada umumnya, bus interface ini tipe AGP dan PCI-Express.

      Display Interface
Berfungsi untuk menghubungkan Graphics Card dengan monitor. Biasanya terdapat 3 pilihan port display, diantaranya yaitu DVI, HDMI, dan VGA yang paling umum di kebanyakan kartu grafis.

      Heatsink dan Fan
Berfungsi sebagai pendingin Graphics Card. Karena Graphics Card juga bersinggungan dengan listrik, maka tidak bisa dihindari dari pemanasan komponennya. Bila tidak ada pendingin, akan terjadi resiko overheat.

Macam VGA Komputer

      1.      VGA On-Board
VGA yang sudah terintegrasi langsung pada MotherBoard. VGA On Board menggunakan RAM sebagai Memory VGA alias Share Memory. Performa dari VGA on-board cenderung lemah. Jika ingin performa yang lebih besar lagi harus dipasang VGA tambahan.

      2.      VGA Add-On
VGA yang terpisah dengan motherboard yang memiliki interface semacam PCI atau AGP. Pada VGA Add On sudah memiliki GPU dan Memori sendiri. VGA Add-on ini adalah salah satu komponen yang bisa dianggap wajib bagi para gamers.

Sekarang jadi lebih mengenal apa itu VGA Card kan? Mudah mudahan artikel ini bisa lebih membantu sahabat-sahabat semua. Terimakasih banyak untuk kalian yang membaca artikel tentang Pengertian, Fungsi, dan MacamVGA Card Lengkap ini, baca juga artikel yang lainnya ya.

Share juga pada teman-teman kalian dengan  meng-klik tombol share dibawah ini ya. Jangan biarkan teman-teman kalian Kudet dengan informasi ini.

Pengertian dan Fungsi RAM pada Komputer

11:45 PM 5
Postingan kali ini akan sedikit membahas tentang pengertian  dan fungsi RAM pada komputer. Tentu  bagi kalian yang mempunnyai sebuah PC ataupun laptop sudah tidak asing lagi dengan yang namanya RAM.

Apa itu RAM?

Pengertian dan Fungsi RAM
Pengertian dan Fungsi RAM
RAM adalah kepanjangan dari Random Access Memory. RAM berfungsi untuk menyimpan data komputer yang bersifat sementara, dan hanya bekerja pada saat komputer hidup saja.

Contohnya misal saat kita membuat tulisan di Office Word atau Excel, selama tulisan tersebut belum kita simpan di hardisk, maka yang berberan menyimpan data tersebut adalah RAM. Nah jadi di situ salah satu peran RAM pada komputer.

Ketika dokumen anda belum tersimpan pada hardisk tapi tiba-tiba komputer anda mati. Lalu dokumen yang baru anda ketik tadi hilang, janganlah salahkan RAM pada komputer anda, karena memang peran dari RAM hanya sementara, terbatas hanya pada saat komputer kita dalam kondisi hidup saja.

Letak RAM berada pada Motherboard dengan slot tersendiri. Pada beberapa motherboard bisa terdapat lebih dari 1 slot RAM.

Ada 4 struktur pada RAM komputer, yaitu :


1. Input storage, fungsinya adalah untuk menampung input atau masukan yang dimasukkan dari alat input.
2. Program Storage, bagian ini berfungsi sebagai penyimpan intruksi program yang akan diakses.
3. Working Storage, merupakan bagian dari memori yang bertugas menyimpan data yang akan diolah dan hasil pengolahan.
4. Output Storage, berfungsi untuk menampung hasil akhir dari data yang akan di tapilkan ke perangkat output.

Seiring perkembangan system komputer saat ini, kapasitas RAM yang dibutuhkan pun dituntut semakin besar. Untuk menjalankan Sistem Operasi saat ini, seperti Windows, Linux, ataupun OSX, rata-rata RAM yang dibutuhkan adalah 2 GB unntuk mendapatkan performa yang halus, meskipun dengan RAM dibawah 2 GB masih sanggup, akan tetapi performanya kurang maksimal.

Belum lagi bila kebutuhan kita adalah untuk bermain game, mungkin RAM yang kita butuhkan bisa 8 GB atau bahkan lebih besar. Pasalnya kualitas grafis game keluaran terbaru selalu saja lebih cantik, tentu ini menuntut kapasitas RAM yang ekstra. 

Tips Memilih RAM yang Sesuai

Apabila kita ingin membeli sebuah RAM untuk komputer kita, jangan sembarangan asal beli saja. Bisa-bisa malah kita yang nyesel karena RAM yang kita beli tidak sesuai atau tidak cocok dengan komputer kita. Lalu bagaimana cara memilih RAM yang sesuai dengan komputer yang kita punya?

1. Ketahui dahulu jenis RAM yang yang didukung oleh motherboard, misal motherboard kita mendukung untuk jenis RAM DDR3, maka kita juga harus mencari RAM DDR3. Jangan malah kita mencoba memberi RAM jenis yang lain, misal DDR2, yang pastinya itu tidak akan cocok, dan seperti yang saya katakan tadi, penyesalan yang kita dapat. Hehe.

2. Ketahui dukungan maksimal kapasitas RAM yang didukung motherboard, misal 8 GB, 16 GB atau yang lainnya. Jangan melebihi batas kemampuan maksimal dari motherboard kita.

3. Ketahui maksimal dukungan kapasitas RAM dari versi OS yang kita gunakan. Pada Windows, terdapat dua versi OS, yaitu 32bit dan 64bit. Untuk yang 32 bit hanya mendukung RAM sampai 4 GB saja. Sementara untuk yang 64bit mendukung RAM dengan kapasitas 2 GB sampai tak terhingga. Jadi jika ingin RAM yang berkapasitas besar, gunakan lah OS yang versi 64bit.

Mungkin ini dulu untuk postingan kali ini, semoga bisa memberikan sedikit manfaat dan pengetahuan bagi sahabat-sahabat semua. Terimakasih telah membaca artikel tentang Pengertian dan Fungsi RAM pada Komputer. Jangan kapok untuk berkunjung ke blog ini ya.
Baca juga artikel-artikel pengetahuan bermanfaat yang lainnya yaa. Terimakasih

3 Mitos Yang Salah tentang Baterai Smartphone

4:13 PM 7


Baterai Smartphone
Mitos Salah Tentang Baterai
Berbagai anggapan yang salah terhadap baterai smartphone sering kali kita dengar atau pun baca. Bahkan kita sering mendengar mitos-mitos salah mengenai baterai dari penjual di toko saat kita membeli sebuah gadget. Saat saya membeli HP misalnya, penjual menyarankan saya setelah sampai rumah untuk segera menge-charge HP saya sekitar 8 jam untuk pertama kai pengisian. Benarkah harus demikian? Haruskah mengisi daya selama itu? 

Biasanya kebanyakan pembeli akan langsung percaya dan menurut saja apapun yang di katakan penjual di toko. Kebanyakan Pembeli menganggap bahwa  penjual adalah orang yang tau dan ahli soal gadget yang di jualnya. Padahal belum tentu demikian, kebanyakan orang yang menemui dan melayani kita ketika membeli gadget di toko hanyalah seorang pegawai saja. Dan pengetahuannya tentang gadget tidak terlalu dalam.

Lalu apa saja mitos-mitos yang salah tentang baterai smartphone yang banyak beredar di masyarakat saat ini? Di bawah ini akan di uraikan secara singkat mitos-mitos tersebut. 

Pengisian terlalu lama dapat menyebabkan Overcharge

Kebanyakan baterai smartphone, laptop atau gadget elektronik yang telah beredar di pasaran saat ini sudah tidak seperti dulu lagi, saat ini teknologi pada baterai sudah lebih canggih. Baterai yang beredar kebanyakan saat ini akan menghentikan aliran listrik secara otomatis jika kapasitasnya telah mencapai 100%. Lalu pengisian daya akan otomatis berjalan kembali saat kapasitasnya sudah berkurang mungkin sekitar 5%. Dan itu akan berulang terus menerus selama catu pengisi daya di colokkan. Ini lah kenapa mengisi daya terlalu lama tidak akan menyebabkan overcharge.

Meskipun demikian, sekedar tips saja, tidak disarankan juga kita untuk menancapkan catu pengisi daya terlalu lama, karena ini bisa menyebabkan berkurangnya keawetan baterai. Sebaiknya melakukan pengisian baterai seperlunya saja.

Mengisi baterai selama 8 jam saat pertama kali digunakan

Nah, barang kali ini kesalahan yang paling banyak orang-orang lakukan. Apakah kamu juga pernah melakukan ini? Sebaiknya hindari saja perbuatan seperti ini. Karen acara seperti ini sebenarnya sudah tidak relevan lagi pada era sekarang ini. Kenapa? Karena baterai yang beredar sekarang sudah menggunakan teknologi Lithium Ion. Sedangkan baterai yang terdahulu (sekitar 1997 hingga 2003) masih menggunakan jenis Nickel based (NiCd).
Pada baterai yang menggunakan NiCd memang memerlukan waktu pengisian selama 8 hingga 24 jam sebelum digunakan untuk pertama kali. Tetapi untuk jaman sekarang tidak perlu lagi cara ini digunakan. Karena baterai NiCd sudah tidak beredar lagi.

Menyimpan baterai dalam kulkas

Sungguh jangan pernah lakukan hal seperti ini, sangat tidak disarankan untuk menyimpan baterai, baik itu baterai handphone, laptop, atau gadget lain di dalam suhu yang ekstrim. Baik itu suhu panas atau pun dingin seperti halnya pada kulkas.
Coba cari dalam buku petunjuk yang kalian miliki, kebanyakan pasti menyarankan unntuk menyimpan baterai pada suhu kamar, yaitu sekitar 20 hingga 27 derajat celsius. Dengan suhu ini baterai bisa digunakan sepanjang 5 sampai 10 tahun dengan pemakaian standar. Jadi jangan coba menyimpan baterai anda di dalam kulkas ya.

Oke, sekarang sudah lebih mengerti kan bahwa hal-hal seperti di atas hanyalah mitos semata dan sangat tidak disarankan untuk dilakukan. Terimakasih banyak buat kalian yang sudah membaca artikel tentang 3 Mitos Yang Salah tentang Baterai Smartphone ini yaa. 

Baca juga artikel bermanfaat lainnya, dan bagikan juga artikel ini pada teman-teman kalian agar mereka juga tau.